Inner Child dan Terapi Menulis Selama Belasan Tahun

Pascaperceraian orangtua saat usia saya 13 tahun, Ibuk membawa saya meninggalkan Kota Semarang bersama seluruh kenangan yang tak banyak saya ingat kecuali permainan anak era 90-an, larangan main keluar rumah, bentakan, pukulan, sundutan rokok, sabetan ikat pinggang, tamparan, larangan menangis bersuara, dan larangan mengeluh. Rasa-rasanya lebih banyak porsi ingatan menyedihkan daripada menggembirakan. Tak apalah. Toh Selengkapnya tentangInner Child dan Terapi Menulis Selama Belasan Tahun[…]