Dilema Menulis Novel Baru: Marrying the Producer

Senang sekali rasanya bisa kembali ke sini. Ke blog yang jadi teman mengobrol sejak 2010. Sejak menulis novel pada pertengahan 2020 kemarin, aku jadi makin jarang mampir. :”( Mungkin karena semua sumber dayaku tersita untuk memikirkan adegan-adegan dalam novelku. #halahalasan Sampai sekarang aku masih menulis novel dan akan terus menerbitkannya satu per satu. Untuk saat Selengkapnya tentangDilema Menulis Novel Baru: Marrying the Producer[…]

Ibuk dan Definisi Kekuatan Seorang Perempuan

Ibuk. Dengan tambahan huruf K di ujung, aku menyebut-nyebut dan memanggil-manggil namanya setiap hari. Ibuk punya ratusan uban di kepalanya. Tak bisa kuhitung berapa. Setiap hari sepertinya muncul satu dua, bersamaan dengan jelasnya kulit di lingkaran mata, leher, dan punggung tangan yang meringsing. Kini warnanya jadi lebih gelap dari warna kulitku. Aku jadi kelihatan lebih Selengkapnya tentangIbuk dan Definisi Kekuatan Seorang Perempuan[…]

Inner Child dan Pesan dari Seorang Pembaca

Sejak kecil hingga usia 13 tahun—saat orangtua bercerai—adalah masa-masa sulit bagi hidup saya. Apalagi setelahnya, lebih menantang lagi. Sebab saya dan ibu harus berjuang menyembuhkan luka dan bangkit membangun masa depan. Berdua saja. Keadaan yang serba sulit memaksa diri saya untuk bisa berpikir dan bersikap dewasa sedini mungkin, mandiri, taktis, solutif serta adaptif. Kalau banyak Selengkapnya tentangInner Child dan Pesan dari Seorang Pembaca[…]

My Bittersweet Marriage: Adaptasi di Negara Orang

Judul : My Bittersweet Marriage Penulis : Ika Vihara Editor : Afrianty P. Pardede Penerbit : Elex Media Komputindo Tahun terbit : 2016 ISBN : 978-602-02-8243-5 Tebal : 349 hlm. MBM ini berkisah tentang adaptasi sepasang pasutri baru. Mulai dari adegan perjodohan oleh orangtua masing-masing sampai mereka berhasil punya anak. Awalnya nggak cinta, tapi mereka Selengkapnya tentangMy Bittersweet Marriage: Adaptasi di Negara Orang[…]

Debut Pertama

Sejujurnya, saya sedang tidak baik-baik saja. Saya memenangi salah satu kategori dalam kompetisi menulis skala Nasional. Ada enam kategori yang lolos, di antara 160 –malah hampir 170— naskah yang ikut serta. Juara satu, dua, tiga, novel favorit, novel dengan sampul terbaik, dan novel dengan jumlah pembaca terbanyak. Naskah saya lolos sebagai novel favorit. Saya update Selengkapnya tentangDebut Pertama[…]

Curhatan di Balik 20 Hari Nulis Novela 150 Halaman

Antara senyum-senyum sendiri dan ngusap-ngusap mata karena agak basah pas nulis unggahan ini. 🙂 Legaaaaaaa bangeeeeettt rasanya bisa nyelesein satu buku. AKHIRNYAAA!!! Buat penulis-penulis lain yang udah nerbitin buku, mungkin apa yang saya rasain sekarang kelihatan cengeng, hehe. Segini buku saya baru terbit online doang. Nggak pake proses seleksi (maksudnya tinggal unggah aja-gratis-siapa pun bisa Selengkapnya tentangCurhatan di Balik 20 Hari Nulis Novela 150 Halaman[…]

Tunda Traveling ke LN Sampai 2021

Tahun ini seharusnya saya mulai traveling ke luar negeri. Udah siap paspor, udah pesen tiket PP segala, sampai pesen penginapan. Total ada empat penginapan, tapi yang dibayar baru satu. Hanguslah semuanya, kecuali tiket berangkat karena diganti voucher diskon. Pinter banget emang itu maskapai, ga ngembaliin duit, tapi diganti voucher biar nggak rugi, supaya bisa tetep Selengkapnya tentangTunda Traveling ke LN Sampai 2021[…]

Balas Dendam dan Pembuktian Prestasi | Cerita Kuli Tinta #5

Saya menengok ke belakang. Ternyata, kita tidak pernah bisa menebak ke mana nasib akan berjalan. Tidak akan pernah. Jangan pernah lakukan itu. Berulang kali saya meremehkan diri sendiri dan kagum kepada yang lainnya. Saya bukan perempuan dengan prestasi segudang, sebagaimana seorang siswa teladan yang langganan ranking 1 di kelas atau sebagai mahasiswa berprestasi yang organisasi Selengkapnya tentangBalas Dendam dan Pembuktian Prestasi | Cerita Kuli Tinta #5[…]

Kebiasaan Menyisakan Makanan dan Minuman

Memangnya kenapa kalau makanan di piringmu habis, bersih tidak bersisa? Malu? Gengsi disangka lapar sekaligus doyan? Kalau memang lapar dan doyan, lalu kenapa? Lalu yang menyuguhkan makanan mengamini, ikut menertawakan orang yang piringnya bersih. Kemudian mengakhiri tawanya dengan ungkapan bahwa itu cuma bercanda. Sungguh tidak pantas. Saya lupa kapan terakhir kali saya menyisakan makanan alias Selengkapnya tentangKebiasaan Menyisakan Makanan dan Minuman[…]

Cara Ngurus E-Paspor, Pengalaman Pertama yang Menyenangkan!

Saya putuskan ambil paspor elektronik alias e-paspor yang di dalamnya ada chips berisi data detil kita sampai foto wajah dan sidik jari. Katanya sih lebih valid dan susah dipalsukan. Saya juga mikir, ke depannya, bakal mengagendakan traveling ke mana-mana, jadi sekalian ajalah pake e-paspor yang bebas visa ke 79 negara. Biayanya Rp650.000, bayarnya harus transfer. Selengkapnya tentangCara Ngurus E-Paspor, Pengalaman Pertama yang Menyenangkan![…]

error: Content is protected !!