Rencana Besar 2019: Naik Pesawat Untuk Pertama Kalinya!

Saya sampai bikin itinerary khusus buat persiapan naik pesawat!

Antara antusias dan sadar diri yang bedanya tipis banget, saya merasa wajib bikin itinerary karena akan terjadi satu babak sejarah baru dalam hidup saya pada 2019, yakni naik pesawat! Walaupun nggak tahu juga mau ke mana ini kok pake acara naik pesawat segala. Yaaa… pokoknya naik pesawat dulu lah.

Bukan itinerary mungkin ya tepatnya. Kira-kira apa sebutan yang oke? Rangkuman? Contekan? Tuntunan? Pedoman? Pokoknya saya bikin catatan khusus tentang tahapan sejak beli tiket pesawat, cara menuju ke bandara, masuk bandara, cara tukar tiket (yang dipesan online) maupun cara beli tiketnya langsung di loket, cara nyari gate, cara naruh koper buat dimasukin ke bagasi pesawat (ternyata bukan penumpang yang masukin sendiri ya lu pikir naek taksi!), semua deh saya cari tahu. Banyak banget.

Termasuk soal bisa atau enggak penumpang yang nggak kebagian tempat duduk, gelantungan di pintu pesawat. Atau soal kernet di pesawat itu ada atau enggak, saya juga cari referensinya. Oh, Tuhan, ternyata naik pesawat keren banget ya. Bisa beda gitu sama naik bis kota.

Ini kalo temen-temen saya yang tergabung dalam barisan lambe-lambean (semacam lambe turah, tapi versi yang lebih nyinyir dan nusuk menyayat-nyayat) baca tulisan ini, dapat dipastikan saya akan jadi pusat hiburan (baca: hujatan) selama berhari-hari. Untungnya, yang golongan berlambe ini nggak doyan ngeblog. Aman.

Tahun ini, saya memang punya resolusi traveling ke Asia Tenggara. Tergantung tiket promo yang tersedia juga sih. Tiket ke negara mana yang duluan jual murah, maka ke situlah saya akan jalan-jalan. Saya ini gembel traveler berkarakter. Jadi wajib hukumnya jalan-jalan dalam tempo selama-lamanya, dengan duit sesingkat-singkatnya, bersama tujuan mulia yang bukan sekadar hore-hore semata. #asyique

Nah, demi memuluskan rencana jalan-jalan itu, yang saya siapkan sejak sekarang adalah:

Itinerary

Artinya jadwal/rencana perjalanan. Isinya lokasi mana aja yang akan dituju, estimasi jam berangkat sampai tiba ke tempat tujuan, jenis transportasinya, penginapan, dan tentu biaya yang dibutuhkan. Misalnya, tujuan saya ke lima tempat, maka pada itinerary pun wajib mencantumkan keperluan yang dibutuhkan agar sampai dengan selamat dan bahagia ke lima lokasi yang diinginkan. Wajib banget ditulis secara detil.

Biasanya, saya tulis segala sesuatu yang berhubungan dengan jalan-jalan di jurnal ini. Nama keren versi internasionalnya adalah Midori Traveler Notebook. Awalnya muncul di Jepang, sekarang mendunia. Di Indonesia nggak ada toko cabang yang jual midori. Ada juga pengrajin (book binder) di Bandung yang bikin notebook agak-agak mirip midori, kualitasnya sebanding sih. Bagus banget.

Lah kenapa jadi ngobrolin notebook.

Rencana Barang Bawaan

Sebagaimana seorang bookworm atau pecinta buku yang punya kesan bahwa hidupnya lempeng banget nggak ada varian rasa apa-apa, maka mereka memang harus bersabar atas anggapan umum tersebut. Sebab anggapan itu pasti berangkat dari —salah satunya— penglihatan orang-orang terhadap barang bawaan khas para bookworm kalau traveling. Gampang ketebak.

Di dalam ranselnya para bookworm, nggak akan pernah ketinggalan yang namanya buku cetak, jurnal atau notebook, pulpen, headset/earphone, botol minum. Standarnya sih itu ya. Kalau ada barang heboh selain itu, ya wajar juga sih. Nggak jadi gimana-gimana. Memang bookworm itu unik-unik. Udah gitu aja 😀

Referensi Transportasi

Saya baru tahu kalau ke bandara paling gampang naik bis atau kereta khusus bandara, daripada naik kopaja atau metromini lah emang ada transportasi begitu ke Soetta! Sebab ada gate khusus keberangkatan domestik atau mancanegara gitu kata temen saya. Dan itu jarak antar gate bisa 1 km lebih. Bener nggak sih? Kan nggak lucu kalau salah jalur dan harus balik lari-lari 1 km cuma buat ngejar pesawat. Mending kalo pilotnya bisa diteriakin suruh nunggu penumpang yang masih lari.

Ilustrasi Bis Damri Jadul (flickr.com)

Dan bis untuk ke sana, yang bisa antar sampai pintu yang mengarah ke jalur sesuai tujuan maskapai adalah Damri. Dulu pas tahun 2012-2013 saya nganter temen ke pool bis Damri di Kota Bogor, tiketnya cuma bisa dibeli offline.

Ya saat itu memang segala macam transaksi online belum seheboh sekarang. Alhamdulillah makin ke sini makin mudah karena tiket damri online gampang banget dipesan tanpa harus ke pool bisnya atau terminal.

Sebagaimana film Secret Life of Walter Mitty yang bepergian jauh dan ketemu banyak tantangan demi memenuhi satu tujuan besar, tantangan saya yang pertama adalah nggak salah tingkah (salting) pas mau ke bandara. Nggak pake acara salah bis atau bingung gimana cara sampai ke bandara dari tempat tinggal saya ini. Sebab sekarang bisa dikondisikan dengan mudah lewat ponsel.

Memang racun itu film. Bikin saya capek-capek nyusun resolusi. Bakal ngabisin banyak duit kalo jadi kenyataan kan.

Tabungan

Saya ikut gerakan 20.000 alias masukin duit ke celengan tiap ada uang kertas warna hijau senilai Rp 20.000. Saya memulai gerakan ini di rumah sejak akhir 2017 kalau nggak salah ingat. Saya niatkan tabungan 20.000 ini untuk umroh. Jadi buat jalan-jalan ke Asia Tenggaranya nabung lagi deh ya. Abisnya saya tergoda pakai duit hijau-hijau ini 🙁

Kata Ibuk, kalau niat bepergiannya buat ibadah ke tanah suci, pasti Allah mudahkan. Tau-tau tabungan cepet penuh. Itu nyata terjadi pas Ibuk nabung haji. Adaaa aja duit dari arah yang nggak disangka-sangka.

Lha terus kalau jalan-jalannya ke tanah lain gimana? Tabungannya cepet banyak juga nggak?

Kesungguhan

Saya nulis rencana jalan-jalan ini dari 2017 dan kayaknya tahun-tahun sebelumnya juga berwacana demikian. Namun, apalah daya saya yang tukang ngayal nol eksekusi ini. Resolusi tahun berikutnya sering banget cuma melanjutkan resolusi tahun lalu. Gituu aja terus. Hidup macam apa kamu, Kaaarr? 🙁

Kemudian saya lupa kalau rencana jalan-jalan ke Asia Tenggara ini harus rela didahului oleh keinginan umroh yang tiap hari Ibuk rajin ngingetin. Hiks. Insyaa Allah, insyaa Allah. Poin 1-4 sedang dalam proses pemenuhan. Terserah Allah deh entar yang duluan dikasih ke saya yang mana. Saya kencengin doa dan ikhtiar aja. 🙂

 

38 tanggapan pada “Rencana Besar 2019: Naik Pesawat Untuk Pertama Kalinya!

Terima kasih sudah membaca :D Apa pendapatmu?