Ketemu Orang Cerdas Bikin Deg-degan

Dalam setiap diskusi, orang-orang berilmu akan menunjukkan seberapa tinggi derajatnya. Dia tidak pernah pamer, tidak juga unjuk gigi, apalagi sengaja memunculkan dirinya di hadapan publik. Dia akan dengan sendirinya dibicarakan orang, disebut-sebut hampir di setiap obrolan, dikagumi, dan dikerumuni.

Awalnya, saya tidak percaya, tapi ternyata ada orang model begitu.

Definisi orang berilmu yang ilmunya itu bukan cuma di kepala, tapi sampai ke dalam dada dan diwujudkan oleh perilaku sehari-hari, yakni dia yang selain menguasai satu atau beberapa bidang keilmuan, wawasan umumnya juga luas, sikapnya amat santun.

Pun adabnya ketika bertutur, teduh wajahnya begitu bersirobok pandang, hangat jabatannya saat jumpa. Seluruh yang ada pada dirinya, sempurna membuktikan seberapa besar jubah kemuliaan yang telah Allah kenakan di atas kepalanya, di atas pundaknya.

Sebetulnya ya tidak juga orang model begitu diidentikkan dengan sikap lembut. Ada juga yang ceria, humoris, heboh, bahkan jail. Namun, tetap saja, pembawaannya tenang (tidak terburu-buru dan gelisah), santai, dan rendah hati.

Kok rasanya kayak ketemu malaikat ya? Hahahaha.

Bukan mimpi, bukan gurau, bukan pula omong kosong. Sebab saya menemukan sendiri seseorang dengan kerendahan hati yang demikian kuat, padahal ilmu dan wawasannya menjulang tinggi. Menatap orang itu, mengingatkan saya pada buku sejarah sahabat Rasulullah di rak paling atas, kertasnya nyaris kumal karena sering saya baca hanya untuk memenuhi tugas dari guru mengaji.

Orang itu, seperti merepresentasikan isi di dalam lembar-lembar buku sejarah yang saya punya di rumah. Bahasa tubuhnya, gaya berjalannya, dari ujung kepala sampai ujung kaki, semuanya mencerminkan bahwa dia orang cerdas dan berintegritas.

Orang itu, awalnya datang malu-malu. Saya mulai bertanya dan pancing-pancing agar dia menjawab panjang lebar. Begitu dia bicara, pada detik itulah saya tercekat, lebih tepatnya bengong dan agak mangap.

Semua isi kepalanya keluar secara runut, pelan, dan bertenaga. Sesekali dia tersenyum, memandang saya seperti memandang orang yang lebih tua. Padahal, dia abang. Jauh sekali perbedaan usia, apalagi pengalaman hidup kami. Jauh. Dia sudah menikah dan jadi ayah, sedangkan saya masih konsisten menjomlo.

Sampai tulisan ini dibuat, rasa hormat saya tidak pernah berkurang padanya. Justru semakin hari semakin bertambah. Semoga Allah berkahi ilmu dan akhlak muliamu, bang bro…

Ada lagi. Seseorang yang tidak pintar, tidak juga paham agama dengan baik. Namun, kesantunannya membius semua lawan bicara. Sikapnya ini mengingatkan saya pada nasihat indah Isa bin Hammad kepada para pelajar ilmu hadist,

“Pelajarilah kelembutan hati dan kerendahan jiwa sebelum kalian belajar ilmu”

***

pixabay.com

Pernah bertemu dengan orang begini?

9 tanggapan pada “Ketemu Orang Cerdas Bikin Deg-degan

Terima kasih sudah membaca :D Apa pendapatmu?