Siap Resign dan Mulai Geluti Passion 100%

Saya akan keluar (lagi) dari pekerjaan kantor (yang sekarang) kira-kira akhir tahun ini. Saya pernah tulis, di blog lama kalau tidak salah, betapa saya senang bekerja di kantor yang sekarang ini. Betul, saya senang.

Selain isinya perempuan semua (kecuali satpam dan supir), lingkungannya islami sekali, orang-orangnya baik, sederhana, santun, dekat rumah, lengkap semua fasilitas kenyamanan yang saya cari. Boleh dibilang, tempat kerja yang terlalu sempurna.

Tantangan dan Watak Anak Milenial

Barangkali benar demikian, tulisan-tulisan yang ramai di media daring mengenai ciri-ciri gen Y atau gen milenial yang mudah bosan, selalu ingin bekerja pada hal-hal yang ia sukai, pada jenis pekerjaan yang ia cintai.

Bukan semata karena gaji. Bukan pula karena tempat kerja yang nyaman (lokasi atau perilaku orang-orangnya). Namun, lebih kepada kata hati, apa yang disukai, apa yang dicintai, maka itulah yang dikerjakan.

Saya mudah bosan dengan rutinitas, suka bepergian jauh dan menginap, suka jika dapat sesuatu yang belum pernah dicoba, suka mengonsep, suka menganalisa, suka berinisiatif, suka berkreasi, suka berinovasi. Dan, semua kesukaan saya ini tidak saya dapatkan di kantor saya yang sekarang.

Bila hitung-hitungan dengan usia, maka saya tidak boleh terlalu lama berada pada pekerjaan yang tidak membuat passion saya teraktualisasi penuh. Pulang kantor, saya sudah terlalu lelah. Jadwal membaca buku pun jadi berantakan.

Demi mengoptimalkan potensi, kesukaan, dan mumpung usia juga masih muda, maka saya harus tegas memutuskan untuk fokus pada apa yang sudah saya geluti sejak kecil: menulis!

Rencana Pasca Resign

Sewaktu mahasiswa dulu, saya diajari untuk merencanakan dengan matang apa saja yang akan dilakukan selama 5 tahun ke depan, bahkan kalau bisa, 10 tahun kemudian mau melakukan apa, itu sudah direncanakan betul-betul, berikut pertimbangan bagaimana cara mencapainya, berapa besar peluang dan ancamannya.

Saya pernah menulis tentang apa yang hendak diwujudkan dalam waktu dekat, beberapa di antaranya adalah menjadi blogger profesional (dengan domain pribadi), traveling, punya perpustakaan pribadi sekaligus toko buku luring dengan gaya klasik serupa di shakespeare and co., dan mendirikan Rumah Literasi untuk anak usia 6-17 tahun.

Nah, beberapa hal besar itu ingin saya capai sebelum usia 40 tahun, bahkan kalau bisa dalam waktu dekat, lima tahun ini. Bisa kah? Jalan dulu saja lah. Hasil bukan urusan saya 😀

Wujudkan Rencana Hidup Pakai Asuransi

Sementara saya fokus mewujudkan satu per satu impian itu, maka otomatis persoalan kesehatan dan urusan rumah sudah harus selesai. Sejak saya SMP, Ibuk sudah atasi hal ini dengan asuransi. Mumpung masih muda, saya diajari untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan perencanaan keuangan yang matang.

Commonwealth Life, misalnya. Punya pilihan asuransi jiwa unit link yang lengkap dan beragam. Saya sebagai pemula yang awam dengan dunia asuransi, merasa mendapat bala bantuan agar bisa fokus pada passion 100% dan hidup bahagia menikmatinya.

Commonwealth Life merupakan perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menawarkan produk asuransi seperti proteksi, simpanan dan investasi dalam program unit link (investra link), asuransi kecelakaan, jaminan rawat inap, penyakit kritis, dll.

Selain hidup saya lebih terencana, manfaat asuransi juga supaya saya tidak perlu repot lagi memikirkan urusan kesehatan. Barangkali memang inilah investasi terbaik, menjadikan asuransi sebagai salah satu impian untuk melindungi diri sendiri atau keluarga.

2 tanggapan pada “Siap Resign dan Mulai Geluti Passion 100%

Apa pendapatmu? :)