Refleksi Perjalanan: The Secret Life of Walter Mitty

Sore yang indah bersama Stay Alive-nya Jose Gonzalez,

“Apah?”
“Itu..kayak pernah denger..”
“Iya, itu.. soundtrack”
“Soundtrack? What the film?
“Itu lho… The Secret Life of Walter Mitty

the_secret_life_of_Walter_mitty_2013_custom-front-www.getdvdcovers.com_

Hello..
Saya baru aja nonton film ini. Padahal udah rilis dari awal tahun 2014. Dan ternyata pernah difilmkan pada tahun 1947. Diadaptasi dari cerita pendek berjudul sama yang terbit tahun 1939 karangan James Thurber, ternyata kisah ini masih sangat relevan dengan kita sekarang. Kita, its mean, kondisi dan situasi yang ada pada diri kita, pokoknya semua tentang apa yang terjadi sama kita. Layaknya semua manusia. Saya pikir awalnya cerita ini bakal epic ending. Tapi ternyataa……. AWESOME! huhuhu. Nggak bisa dibilang epic, soalnya terlalu manis sih. 😆 Banyak yang bilang kalau ini adalah film pembuka tahun 2014 yang -saya ulangi lagi- manis. Karena itu pula, saya yang biasanya langsung hapus film di laptop kalo habis nonton langsung aja simpan baik-baik dan rapi di folder film. Anytime, saya bakal tonton lagi kalau lagi loyo dan tiba-tiba kangen aktingnya Ben Stiller.

Lakon Komedi
Ben Stiller. Doi biasa main di hollywood. Identik sama film komedi. Saya paling inget Night At The Museum. Stiller jadi penjaga museum yang kalo malem isinya pada hidup semua. Dan itu wagu. -_- Saya suka banget setiap ekspresi yang keluar dari wajahnya, di film ini. Seorang pekerja kantoran yang terjebak dalam rutinitas. Sebagai pelampiasan, dia berimajinasi nggak kenal tempat dan waktu. Imajinasinya keterlaluan, tapi kocak juga sih. Itu keanehan yang dipunya Walter Mitty. Stiller as Walter Mitty, si pemeran utama. Betapa manusia diberi otak yang sekecil itu, selembek itu, tapi kekuatannya melampaui batas. Bisa melanglangbuana kemana aja. Termasuk imajinasi anehnya sama rekan kerjanya, perempuan, cheryl melhoff.

THE-SECRET-LIFE-OF-WALTER-MITTY-Stiller-Wiig-Courtesy-of-20th-Century-Fox

Di film ini, Stiller akting lebih serius. Dia membuktikan bahwa nggak cuma bisa tampil jadi komedian di film-film sebelumnya. Tapi di sini dia berubah drastis jadi pria pekerja kantoran. Betul-betul berkutat dengan rutinitas yang keliatan membosankan. Sangat.

Rutinitas kerja Walter ini adalah memilih dan menyimpan kumpulan foto-foto terbaik untuk majalahLife. Foto-fotonya berasal dari para fotografer dunia, salah satunya adalah Sean O’Connell (Sean Penn). Waktu Sean kirim klise foto terakhir, ternyata ada satu klise yang hilang, yaitu klise nomor 25. Klise nomor 25 yang justru paling penting, malah nggak ada. Padahal foto itu akan dijadikan cover majalah Life. The last cover, karena majalah Life bakal tutup. Walter pun terancam PHK. Awalnya, Walter cari-cari itu foto di kantor, di ruangannya, tapi nggak ketemu. Khayalannya kambuh, pas liat foto Sean di dinding ruang kerjanya. Seolah-olah dia lihat Sean manggil untuk menemuinya di tempat dia berada. Apalagi kalau bukan untuk ambil klise ke-25 itu.

the-secret-life-of-walter-mitty-movie-picture-6

Dan satu lagi, Stiller keliatan tua banget di sini.
Oke, it doesn’t matter

The-Secret-Life-of-Walter-Mitty-Ben-Stiller

Awesome Journey
So, karena rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan, Walter mencari Sean O’Connell guna menemukan klise itu. Perjalanan mencari O’Connell ini mengharuskan Walter pergi ke Greenland, Island, sampai ke puncak Himalaya! Beuh..Totally effort! Agak aneh-aneh gimanaa gitu pas adegan perjalanan Walter cari Sean. Mulai dari naik helikopter bareng pilot mabuk, terjun dari heli ke laut, hampir dimakan hiu, naik skateboard di Island, menghindari erupsi gunung merapi, masuk kawasan konflik di Afghanistan, sampai mendaki Himayala. Terus..ketemu Sean-nya nggak? hoho, nonton aja deh ya.

the-secret-life-of-walter-mitty

Nah, pasti logika penonton bertanya-tanya, How can… seorang pekerja kantoran bisa menjalani semua kegilaan itu dalam waktu singkat? How can… sinyal handphone tetap ada di atas pegunungan Himalaya? How can… dimanapun Walter berada, selalu ada telepon dari operator e-harmony (sejenis portal atau media sosial untuk cari pacar atau temen kencan) yang ngabarin kalo profilnya laris manis setelah si operator masukin pengalaman-pengalaman aneh Walter di Greenland sampai Himalaya. Cuma gitu doang, dan itu konyol. Hahahah 😆 Sebelumnya, Walter emang bikin akun di e-harmony buat nyari pacar gitu.

Oke, jadi film ini rupanya minta kita untuk melipat rapi logika, nggak usah dipake dulu logikanya. Soalnya poin penting dalam The Secret Life of Walter Mitty bukan tentang petualangan Walter ke berbagai tempat itu. Tapi justru petualangan ke dalam diri Walter. Pencarian klise foto ke-25 itu bisa dianalogikan seperti mencari jati diri. Keluar dari zona nyaman, zona rutinitas, melakukan perjalanan. Sejatinya, jawaban itu ada di dekat kita. Di dalam diri kita sendiri. Disaat Walter berani mencoba, berani keluar dari rutinitasnya, berani nyari Sean jauh-jauh, disaat yang sama intensitas ngayalnya Walter makin menghilang. Trus, klise foto ke-25 itu gimana? Udaaaah, nonton ajalah. Endingnya nggak ketebak. Keren sumpeh tumpeh tumpeh!

Hoaaaa… sumpah ini film ngayal dan nganeh, tapi asyik ditonton. Kacau nih sutradaranya ngambil view landscape greenland, island, sama himalaya-nya. Mupeng tauk!

secret-life-walter-mitty-img01

1389429743_kinotochka_net-7

Life Messages
Ada banyak pesan sebenernya. Masih banyak pelajaran dan bahasan yang bisa diulas. Tapi saya males nulis panjang-panjang. Heheh, maap. Saya ambil 3 turning point dari kisah hidup Walter, versi saya sendiri;

1. There is no logical reason that could prevent us to trying new thingsOftentimes, the fearcomes because we have not tried itSaya sering begitu soalnya. 😀 Kebanyakan alasan. Justru alasan-alasan itulah yang menghalangi saya buat bertualang, coba hal baru. Padahal alasannya logis dan kuat. Be brave sih intinya. Bukan nekat, that’s not same. Kalo berani, pake strategi, pake perhitungan. Meskipun sering juga berani berawal dari nekat. 😆

2. Walk as far as you can, then go back. Because, actually, the answer of your whole question is not out there, but inside yourself. Betapa perjalanan itu sebetulnya adalah sebuah tenaga untuk membantu mencari petunjuk atas jawaban yang dicari. Perjalanan itu dilakukan supaya saya selalu ingat bahwa di rumah ada Ibuk yang selalu tanya saya setiap pulang dari bepergian; “Tadi gimana acaranya? Ngapain aja? Seru nggak? Udah makan belum?” dan dengan sigap beliau menghidangkan makanan hangat di atas meja, tanpa saya minta. :’) That’s simple of happiness

3. Journey is refresher and wound healer. Yang terkadang membuat seseorang terus-menerus terbaring lemah itu bukan karena luka fisik, tapi luka jiwa. Saya pernah juga kayak gitu. Buat move on aja susahnya minta ampun. Dengan melihat beragam kehidupan di luar sana, saya jadi semakin tau dan paham bahwa ternyata masih ada banyak hal yang harus saya syukuri dari hidup saya. Intinya sih, supaya kita lebih merasakan nikmat dalam diri yang selalu luput, nggak keliatan. Bukan karena kia nggak tau udah dikasih nikmat sama Allah. Tapi karena sebagian besar nikmat itu tertutupi oleh rasa nggak puas dan…. ya itu tadi, kurang bersyukur. Kita tau, tapi kurang bersyukur. Itu aja. Rasa nggak puas itu emang manusiawi. Tinggal pintar-pintar kita mengolah.

tumblr_myretwUORR1qcun5go4_1280

Ouww Soundtrack!
Lagu-lagu indie rock dan pop folk yang benar-benar sesuai dengan tone film ini yang begitu lembut. Lagu-lagu dari Arcade Fire, Of Monsters and Men, ataupun Rogue Wave, easy listening buat yang nonton dan menikmati petualangan Stiller. Saya rela duduk manis dengerin closing soundtracknya, plus foto-foto dengan background pemandangan yang memanjakan mata. Huhuhu. Paling suka deh sama Stay Alive-nya Jose Gonzalez, #9 Dream-nya John Lennon tapi yang nyanyiin Jose Gonzalez juga, sama The Wolves & The Ravens dari Rogue Valley.

***

secret-life-of-walter-mitty02

“To see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other, and to feel. That is the purpose of life..”
[kalimat ini ada di dinding kantor majalah Life-nya Walter Mitty]

1 tanggapan pada “Refleksi Perjalanan: The Secret Life of Walter Mitty

Apa pendapatmu? :)