Lakukan Ini Jika Kamu Sedang Sedih

Jangan pernah membiarkan air mata berlarut-larut, sampai mematikan kepekaan pada ladang-ladang di luar yang masih gersang dan butuh tangan kita untuk datang serta menggarapnya dengan sepenuh daya. Kalau tiba-tiba sedih karena alasan apapun, bacalah

Hasbiallaahu Laa ilaaha illahu ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul ‘arsyil ‘adziim (At Taubah: 129)

Semoga segera Allah hapus air matamu, Ia hibur engkau dengan nikmatNya yang bertubi-tubi, Ia usap kepalamu dengan kasih dan sayang yang tak pernah habis. Kadangkala, Allah biarkan hambaNya berbuat salah, agar di masa depan ia takkan pernah mengulang kesalahan yang sama.

atau barangkali Allah hendak menegur?
karena kita tak siap dengan segala kemungkinan, setelah sepanjang hari yang telah lalu, kita demikian keras kepala meminta sesuatu. Ternyata, ketika takdir itu berkehendak seperti yang diminta, tiba-tiba saja lumpuh menguasai tubuh.

Apa yang diucapkan, ternyata tak sebanding dengan upaya untuk bersiap diri. Kemudian kehendak itu ditolak hanya karena sebuah alasan sederhana yang semakin membuktikan bahwa diri kita masih begitu bodoh, fakir, dan miskin ilmu.

IMG20150926123707

Disaat itulah, kemurnian hati diuji.
Apakah dalam perjalanan ke masa depan, kita akan tetap berprasangka baik pada Allah?
Apakah kita akan tetap berani meminta meski kemudian diikuti rasa takut terhadap ketidaksesuaian yang telah lalu?

Kadangkala, ketidaksesuaian itu datang bukan dari diri kita sendiri. Tapi dari orang-orang sekitar, yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan kita. Takdir Allah selalu bekerja tak terduga. Kita hanya butuh kesiapan untuk menerima.

Lirihkan satu ayat indah itu dalam tengadah panjangmu
Hasbiallaahu.. Cukuplah Allah bagiku, cukuplah Allah bagiku, cukuplah Allah bagiku…

Sebagaimana Allah teguhkan hati Ibunda Nabi Musa untuk melautkan anaknya di aliran sungai, seperti itulah Allah akan mengatur hati kita. Karena Dia yang menggenggam hati hati, karena Dia yang Tahu hati mana yang kemudian menjadi lalai, dan hati mana yang kemudian menjadi semakin taat. Hasbiallaahu

***

Kita tak pernah tahu, seserius apa sebuah perkara sampai Allah benar-benar menghadirkan ia di hadapan kita. Ketika ia datang, cukup tanya pada hati, sudah cukup ilmu?

Seharusnya, tak ada kesedihan yang tak tuntas jika Allah sudah cukup menjadi muara, menjadi penghibur paling syahdu. Seharusnya semua cukup. Maka, ketika kesedihan demikian mengubah senyum menjadi muram, izinkan Allah menjadi pencukupmu, izinkan Allah menjadi penawar.

Hasbiallaahu…

Apa pendapatmu? :)