diajengsekar

aku menulis, aku bahagia

Nama Khabib Jadi Besar dan Bersinar, Ada Orang Ini Di Balik Layar

Dia nggak dikerumuni orang-orang laiknya sang anak, tapi cahayanya terang, bikin nama Khabib jadi besar dan bersinar. Siapakah dia? *** Beberapa hari kemarin jagad maya heboh banget sama kemenangan petarung bebas yang ganteng itu (halaaaaaah). Bukan gantengnya yang bikin histeris, tapi aksi heroiknya di arena pertarungan sekaligus kenyataan bahwa dia muslim, taat pula! Seorang muslim Selengkapnya tentangNama Khabib Jadi Besar dan Bersinar, Ada Orang Ini Di Balik Layar[…]

Kekhawatiran Setelah Resign

Pilihan saya setelah resign cuma dua: pindah kerja ke bidang yang sesuai dengan potensi/passion (1), atau pengembangan passionnya di rumah aja, nggak perlu jadi buruh lagi dengan rutinitas yang gampang ditebak (2). Soalnya saya cepet bosenan sama segala sesuatu yang berhubungan dengan rutinitas. Gimana yak. Saat kuliah dan setelah lulus, pas masih seger-segernya, saya sempet Selengkapnya tentangKekhawatiran Setelah Resign[…]

Fase Midlife Crisis

“That period between 25 and 30 has to be the most worrisome part of adult life. You worry about so much. Your dreams. A life partner. Finance. The future. Your parents getting old. Everything. Very easy to fall in depression or develop anxiety disorders.”   Katanya begitu. Middle Life Crisis yang menyerang kaum dewasa muda. Selengkapnya tentangFase Midlife Crisis[…]

Drama Hidup di Tiga Bulan Terakhir

Tiga bulan terakhir, banyak banget drama yang rasa-rasanya kok konyol. Mulai dari pengeluaran bulanan penting nggak penting yang selama 3x berturut-turut habis yaitu beli kacamata. Pertama gagangnya patah, kedua gagangnya patah juga (sumpah, saya nggak pernah gigit-gigitin gagang kacamata), ketiga hilang di masjid blok M yang indah itu! Lalu penipuan online. Emak yang baru ngerasain Selengkapnya tentangDrama Hidup di Tiga Bulan Terakhir[…]

Jumlah Penulis Jadi Indikator Negara Maju

Wilayah Maghrib dan Andalusia menjadi salah satu pangkal dari lahirnya keahlian tulis-menulis. Para Guru mendiktekan paragraf demi paragraf dan anak didiknya menuliskan kembali apa yang diucapkan sang guru, hingga tulisan mereka semakin baik dari hari ke hari dan jari-jarinya memiliki naluri untuk menulis. Sampai para murid dikatakan ahli (Mujid). Adalah mereka, para murid yang disebut Selengkapnya tentangJumlah Penulis Jadi Indikator Negara Maju[…]

Adab Bertetangga dan Curhatan Penuh Emosi

Saya nggak paham lagi sama muslimah yang ngakunya aktivis tapi akhlaknya kayak nggak pernah terdidik. Saya aktivis, saya ngaji, tapi saya paham etika meski saya nggak solehah-solehah amat, masih bejibun dosanya. Kalau dalam adat Jawa, namanya unggah-ungguh. Ini soal gimana berinteraksi di masyarakat sosial. Sepengalaman saya selama berinteraksi dengan beragam orang, soal etika termasuk sopan Selengkapnya tentangAdab Bertetangga dan Curhatan Penuh Emosi[…]

Gagal Ke Luar Negeri (?)

Kadang saya iri dengan kawan-kawan kampus yang bisa ke luar negeri, entah pertukaran pelajar, presentasi karya tulis yang cuma sepekan dua pekan, atau sekadar jalan-jalan pakai duit sendiri maupun dibayari karena menang kompetisi. Memangnya saya tidak mencoba? Oh, sudah berulang kali. Lalu menyerah karena selama berulang kali itu belum ada yang berhasil? Ehm…. yaa… fifty fifty. Selengkapnya tentangGagal Ke Luar Negeri (?)[…]

Bajrangi Bhaijaan: Teguh Prinsip dan Keyakinan

Laiknya konsistensi, keteguhan punya kesamaan analogi. Teguh ibarat menggenggam bara api. Meskipun nyalanya kecil saja, tangan mana yang kuat? Jangankan digenggam, disentuh pun kulit sudah melepuh, panas, terbakar. Sebab kesulitannya yang sedemikian besar, maka dekatilah, akrabilah, sahabatilah siapa pun ia yang hatinya tidak pernah mudah terombang-ambing, lembut di satu sisi, tetapi pada saat yang sama, Selengkapnya tentangBajrangi Bhaijaan: Teguh Prinsip dan Keyakinan[…]